kontroversi pemasaran proprietary software

October 21, 2007
Tulisan ini dipicu saat membaca tulisan http://freesoftwaremagazine.com yang berjudul "free as free milk". Sebelum membaca artikel itu saya menganggap angin lalu untuk pembicaraan hal-hal antara lain:
 
- Sistem operasi  pertama orang-orang di Indonesia adalah Microsoft Window
- Masyarakat lebih senang dan seringkali membajak software microsoft dibandingkan membeli ,alih-alih hijrah ke free software
- Windows digunakan sebagai OS pada pelajaran informatika di sekolah tingkat SMP, saya sudah melihat sendiri buku adik saya yang sayangnya menjadi standar  pendidikan informatika, sedih juga melihat kenyataan ini mereka belajar sesuatu yang menurut saya ilegal. Tidak smua sekolah mengantungi sertifikasi Microsoft untuk pendidikan
- Bahasa pemrograman favorit lulusan D3 Informatika adalah .NET (hal ini berdasar pengamatan saya)
 
Microsoft sendiri mengakui bahwa orang-orang lebih banyak memilih membajak software mereka daripada tidak memakai sama sekali. menurut saya tidak perlu dipermasalahkan toh suatu saat mereka akan sadar kebergantungan ke Microsoft itu sangat menyiksa kecuali memang anda sudah cinta mati terhadap produk-produk perusahaan software ini dan rela mengorbankan apapun demi mereka (uang, cara pandang). Ternyata sikap saya salah. Tidak semua orang seberuntung saya yang akhirnya menyadari untuk memakai free software. Sebagai informatikawan adalah tugas mulia untuk menyadarkan masyarakat atas kebergantungan yang tidak beralasan dan sebagai marketer hilangnya pemikiran akan kebebasan konsumen memilih yang terbaik untuk dirinya

Gratis layaknya susu gratis

Strategi pasar dari Microsoft disebut free as free milk karena pernah dilakukan oleh perusahaan susu . Yang pada tahun 1977 mengakibatkan kampanye penolakan terhadap perusahaan ini karena memasarkan susu pengganti ASI. Pendek cerita perusahaan ini melalui agen-agennya memberikan susu gratis kepada ibu-ibu setelah mereka melahirkan. Mereka berbohong tentang keuntungan mengganti ASI dengan susu ini. Dan mengajak para ibu untuk tidak menyusui anak mereka. Terang saja pengeluaran ASI akan terhenti jika sang ibu tidak menyusui dalam beberapa hari (dipicu oleh hormon). Hal ini tentu saja membentuk ketergantungan pada produk tersebut. Ketika sang ibu kehabisan contoh gratis dia akan menyadari bahwa dia tidak dapat menyusui anaknya lagi dan harus membeli susu tadi.

Pemakaian pengganti ASI pada negara berkembang telah membuktikan secara langsung maupun tidak langsung bertanggung jawab terhadap beberapa masalah kesehatan pada bayi. Di sisi lain, ASI adalah nutrsi terbaik yang didapatkan bayi dari sang ibu. Dan tidak hanya menyediakan nutris namun antibodi untuk melindungi bayi dari beberapa penyakit. Mempererat hubungan ibu dan anak.

Dengan strategi pasar yang dijalankan perusahaan susu baik ibu dan anak kehilangan banyak keuntungan dari menyusui di saat sang perusahaan mendapatkan keuntungan dari kebergantungan pada susu mereka. Tentu saja kampanya penolakan berbuah hasil yang menyebabkan WHO mendirikan kode internasional pemasaran pengganti ASI yang melarang beberapa strategi pasar untuk penjulan produk ini.

Perlu diketahui strategi ini adalah strategi umum saya rasa semua orang yan belajar di fakultas ekonomi mengetahui stategi ini secara gamblang. Biasanya pengantar yan diberikan adalah perusahaan Rockfeller yang memberikan kompor gratis untuk menjual minyak pada negara-negara berkembang.

Susu gratis microsoft, siapa yang mau?

beberapa tahun belakangan, Microsoft telah melakukan kampanyae psara yang intesinf pada negara-negara berkembang yang meyakinkan softwarenya dipakai di institusi pendidikan. Termasuk diskon lisensi kepada pemerintah, academic alliance, student ambassador , micosoft innovation centre menyediakan trainer bahkan memberikan secara cuma-cuma yang terjadi saat ini adanya event besar imagine cup dan para pesertanya diberikan beberapa development software Microsoft secara cuma-cuma.

Dan mereka mengklaim melakukannya untuk generasi masa depan. Yang akan memberikan keuntungan kepada pada murid saat ini. Yakin? Pada bab selanjutnya akan dijelaskan tujuan dan dampak dari strategi ini

mengganti produk alami

seperti pengganti asi. Software berbayar (proprietary) mengganti pa yang alami untuk kita yaitu: berbagi pengetahuan untuk meningkatkan hidup berbagi informasi itu sealamiah bernafas. Sejarah dari seni, ilmu dan teknologi adalah komposisi dari langkah peningkatan untuk membangun dari pengetahuan sebelumnya. Bahakan pencipatanan novel dan teori revolusioner pada beberapa tingkat berdasarkan yang sebelumnya dikeathui. Newton melihat lebih jauh dengan berdiri pada pundak raksasa; komputer pribadi ada karena ciptaan sebelumnya, dari telegraph ke IC.

Proprietary software, adalah jenis yang microsoft jual, diditribusikan dalam bentuk binary. Bentuk ini dimaksudkan untuk dijalankan oleh mesin tetapi tidak untuk dibaca oleh manusia. Dalam bentuk binary kamu hanya dapt mengeksekusi. Kamu juga harus menerima lisensi yang membatasi cara kamu menggunakan software, jumlah tempat penginstallan.

Sebaliknya, free software atau open source software. Didistribusikan dalam kode program. Semua orang yang familiar dengan bahasa pemrograman dapat membaca, mempelajari bahkan meningkatkannya. Karena lisensi free software mengizinkan modifikasi dan pendistribusian ulang dari kode, sehinggan setipa orang dapat berkontribuysi dalam pengembanganya dan keuntungan dari hasil. Free software is free as in free speech not as in free milk.

Membuat ketergantungan

ketika perusahaan software terbesar di dunia mulai untuk memberikan produkanya. Motivasi dari strategi mereka harus benar-benar diperhatikan secara hati-hati. Contohnya “Fresh start for donated computer program” menyediakan komputer bekas sumbangan dengan os windows. Jika bank swiss mendonasikan dana untuk komputer bekas ke sekolah di indonesia, microsoft akan menyediakan software secara gratis, untuk beberpa tahun, guru dan murid tak perlu membayar software, tetapi ketika institusi menerima komputer baru atau ketika lisensi habis. Apa yang akan kita lakukan? Mereka pasti cenderung untuk membayar lisensi software yang mereka sudah terlatih menggunakannya atau mereka tetap menggunakan tanpa membayar lisensi. Juru bicara microsoft mengatakan di beberapa perhelatan bahwa microsoft lebih menyukai orang-orang memakai kopi ilegal dari produk microsoft daripada tidak menggunakan sama sekali.

Ketergantungan terhadap pengganti ASI berlangsung sampai periode menyusui berakhir, dan dapat menyebabkan bahaya selama waktu itu. Tetapi ketergantungan dari sekelompok orang terhadap proprietary software sistem akan berlanjut selam platform itu ada atau sampai mereka dilatih untuk menggunak sistem alternatif. Efek ini bahkan sengaja dikuatkan microsoft dengan menggunakan format file tertutup pada aplikasi populer, seperti office.

Pemberian microsoft sejak awal adalah bagian dari rencana untuk mengatur pasar. Saat negara-negara berkembang bergantung pada produk mereka. Mereka akan menjadi pembeli yang potensial untuk upgrade ke versi yang lebih baru.

membidik yang paling lemah

strategi pasar microsoft telah menjadi sangat agresif di negara berkembang. Dengan pemberian gratis produk microsft untuk kontak pertam mereka dengan komputer. Dan jika mereka tidak mendapat informasi lebih jauh tentang terdapat alternative yang lebih baik. Dengan in isemua, anak-anak dan murid-murid muda (mahasiswa) adalah target yang sangat menarik untuk kampanye microsoft. Yaitu “pelanggan di masa depan”

kesimpulan

kita telah mengetahui dua perusahaan berbeda jenis yang memberikan contoh gratis produknya untuk menciptkaan ketergantungan di area paling rawan di dunia. Bahkan dengan strategi yang sama microsoft telah menghasilakn gamabran sebuah perusahaan yang peduli akan sosial. Sedangkan perusahaan susu telah menjadi sasaran kamapanye penolakan yang dipaksa untuk mengubah strategi pasarnya.

Hal ini sebenarnya didukung oleh kurangnya perhatian publik terhadap akibat dari proprietary software. Untuk membuat hal ini diketahui. Dan untuk mempromosikan free software pada pendidikan. Adalah sebuah langkah maju untuk menciptakan dunia dimana informasi akan pengetahuan tidak lagi dibatasi bagi orang-orang yang mampu mengusahakannya.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Viewfinder Design