Pemuda ayo bergerak, jangan hanya meminta
saya membaca koran kompas hari ini, dan mendapatkan artikel "wapres mengkritik pemuda". dalam artikel ini Wapres mengkritik pemuda sekarang yang banyak meminta tapi tidak bergerak. terlebih, bliau mebndingkannya dengan pemuda tahun 1928 yang bergerak. tidak ada yang ingin saya sanggah dalam pernyataan beliau. justru saya harus lebih banyak bercermin. apakah pemuda, gologanku, seperti itu saat ini?
sedikit monolog
sebenarnya, beberapa hari yang lalu ada pewacanaan bahwa mahasiswa sekarang berbeda. orang lebih banyak bertanya apa yang bisa gue dapet?? walhasil mahasiswa sekarang lebih berpikir panjang. kalau tidak ada gunanya tidak usah ikut walaupun alasannya isu sosial atau negara. loh kok jadi oportunis. mahasiswa memeilki peran. ini bukan masalah lu dapet sesuatu atau gak. tapi mainkan peranmu. saya pun diam saja. bahkan lebih buruknya saya menfasilitasi hal tersebut.
tapi, zaman sudah berubah bung. Kita Indonesia, kaum muda sudah teracuni oleh gaya hidup dan terisi hatinya oleh liberalisme. kita kalah oleh arus globalisasi. kita tak peduli dengan budaya. Kita sadar.. kita bicara.. kita demo.. tapi apakah kita bergerak??
kawan ayo gerak, kaki kita dan tangan kita bukan untuk diam. disana tersimpan mukjizat untuk mengubah ke arah yang lebih baik. ingat kita pemuda. bergerak simpan pinta mu saat kau jompo. sekarang wujudkan dengan bergerak

benar sekali bahwa mayoritas orang khususny mahasiswa skrg melakukan sesuatu hanya jika hal tsb memberikan sesuatu kepada mereka. mgkn karena pola pikir yang selalu ingin menerima (dan kalo bisa) tanpa harus memberi.
ibarat ‘hey tungku api, berikan aku kehangatan, nanti baru aku berikan kayu bakar kepadamu’
oot : gpp gagal jd kahim, sapa tau jd presiden ntar
gud posting
Comment by anonym — April 12, 2008 @ 5:00 am